31 Sabtu Des 2011
Posted in Uncategorized
31 Sabtu Des 2011
Posted in Uncategorized
28 Rabu Des 2011
Posted in Uncategorized
Dusun Pakem, dinamakan Pakem yang dalam bahasa Jawa yang berarti aturan atau acuan. Sesuai dengan arti namanya, dusun Pakem menjadi acuan atau tolok ukur bagi dusun-dusun lain di desa Bulusari ditinjau dari segi potensi, sosial, kependudukan, budaya, ekonomi, dan lapangan pekerjaan yang memiliki tingkat kemajuan lebih cepat daripada dusun-dusun lain di desa Bulusari.
Keadaan geografis dusun ini adalah sebelah utara berbatasan dengan Jl. Poros Bulusari, sebelah selatan berbatasan dengan jembatan gantung (perbatasan antara dusun Pakem & dusun Jembrung), sebelah barat berbatasan dengan sungai Kambeng (perbatasan dusun Pakem & dusun Belimbing) dan sebelah selatan dibatasi oleh selokan (yang menjadi perbatasan desa Bulusari & desa Karangrejo).
Dusun Pakem terletak di antara 7°34’54,3” – 7°35’9,7”LS dan 112°41’4,8” – 112°41’11,1”. Dusun ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 160 kepala keluarga yang kira-kira 800 penduduk. Dusun ini memiliki potensi yang menarik jika dibandingkan dengan dusun lain di desa Bulusari yaitu sebagian besar penduduknya memiliki keahlian sebagai pengrajin perak. Perak di dusun Pakem sejauh ini diolah sebagai perhiasan. Kerajinan perak di dusun ini sering di ekspor ke mancanegara, khususnya negara Singapura dan Malaysia.
Adanya pengrajin perak di dusun Pakem ini mampu meningkatkan devisa lokal dan nasional melalui masuknya investor-investor asing sekaligus sebagai aset pariwisata, sebab bagi para pendatang yang berkunjung ke dusun Pakem, akan diperkenankan mengikuti cara dan proses pembuatan kerajinan perak dan hasil dari buatan tangan mereka akan dapat dibawa pulang dan dijadikan hadiah sebagai cinderamata dari dusun Pakem.
Saat ini kerajinan perak di dusun Pakem mengalami kemunduran karena hilangnya para investor asing sehingga kekurangan modal untuk membuat kerajinan perak. Hal ini bermula dari peristiwa Bom Bali I yang menyebabkan wisatawan asing menjadi khawatir untuk bertandang ke Indonesia. Kendala lain adalah rendahnya pembeli perak diakibatkan harga perak yang fluktuatif dikarenakan bersaing dengan harga dolar.
Di sisi lain, dimungkinkan terjadi penjiplakan karya yang dilakukan oleh para pendatang setelah mengikuti pelatihan kerajinan perak di dusun Pakem sebab mereka memiliki kemampuan dan teknologi yang lebih baik sehingga dapat menghasilkan karya-karya yang menarik di ranah pasaran dunia. Hal ini mudah dilakukan sebab kerajinan perak dari dusun Pakem belum mendapat perlindungan hukum dan hak paten.
Kini mata pencaharian penduduk yang semula sebagian besar merupakan pengrajin perak, hanya dua dari total warganya yang masih menekuninya. Para remaja yang memiliki kemampuan dalam pembuatan kerajinan perak dipekerjakan di luar pulau, yaitu Pulau Bali dan sebagian yang lain melanjutkan sekolah ke perkuliahan.
Kegiatan ekonomi yang lain di dusun ini adalah usaha kerudung, usaha pembuatan pendingin kapal, usaha pembuatan tandon, petani, dan pengrajin perak sehingga pendapatannya sesuai dengan UMR (Upah Minimum Regional).
Kondisi kependudukan di dusun ini terdiri dari 80% penduduk asli dan 20% pendatang yang masing-masing berasal dari Malang (5%), Madura (5%), Banyuwangi (5%), dan Kalimantan(5%). Dengan adanya pendatang yang menetap di dusun Pakem tidak mempengaruhi tradisi penduduk asli dusun ini yakni ritual ruwatan dusun yang dilakukan satu kali di setiap akhir tahun. Dalam tradisi ruwatan dusun juga ditampilkan kebudayaan Jawa seperti pertunjukan wayang, ludruk dan bari’an. Bari’an diambil dari bahasa Jawa yang berarti berebut makanan, sebab penduduk di dusun Pakem setiap adanya ruwatan dusun selalu membuat banyak makanan untuk diperebutkan. Kegiatan ruwatan dusun ini merupakan cara untuk mempererat persatuan dan kesatuan antar warga di dusun Pakem
28 Rabu Des 2011
Posted in Uncategorized
28 Rabu Des 2011
Posted in Uncategorized

I was listening to a speech by Rick Santorium and he was talking about what he would do for an economic recovery. I was pretty standard GOP stuff--cut/end taxes on manufacturing/corporations and end regulations. My question is this: If the companies get more money will they put it into hiring people? It does not make sense to me. Pretend I have a sewing maching factory. If I discover that people are not buying my product I will stop making them as I do not want a surplus on the market when …

I was listening to a speech by Rick Santorium and he was talking about what he would do for an economic recovery. I was pretty standard GOP stuff--cut/end taxes on manufacturing/corporations and end regulations. My question is this: If the companies get more money will they put it into hiring people? It does not make sense to me. Pretend I have a sewing maching factory. If I discover that people are not buying my product I will stop making them as I do not want a surplus on the market when …
28 Rabu Des 2011
Posted in Uncategorized
Reblogged from Lady Geek Girl and Friends:

Trailer Tuesdays is here again!! Let's look at The Hobbit!! The Hobbit, the prequel to the amazing Lord of the Rings Trilogy, and one of Tolkien's greatest books. This book, and now movie, shows how Bilbo went from a respect Hobbit, that never had any adventures or did anything out of the ordinary, was swept away in an adventure with a troupe of dwarves and the wizard Gandalf the Grey. This seemingly simple adventure led to Bilbo getting a magic ring...the One Ring that will set the course for the rest of …
Reblogged from Lady Geek Girl and Friends:

Trailer Tuesdays is here again!! Let's look at The Hobbit!! The Hobbit, the prequel to the amazing Lord of the Rings Trilogy, and one of Tolkien's greatest books. This book, and now movie, shows how Bilbo went from a respect Hobbit, that never had any adventures or did anything out of the ordinary, was swept away in an adventure with a troupe of dwarves and the wizard Gandalf the Grey. This seemingly simple adventure led to Bilbo getting a magic ring...the One Ring that will set the course for the rest of …
28 Rabu Des 2011
Posted in Uncategorized
Reblogged from Diatribes from the Roman:
Hey kids, looks like I’m going to snake in one more before the new year after all. I always wind up seeing about a dozen movies right around Christmastime, so let’s get down to business. I’ve been especially excited about The Girl With The Dragon Tattoo (hereinafter, “Tattoo”) ever since I saw the Swedish original earlier this year, and then learned of an American remake on the way. I have (regrettably) not yet read the book this movie is based on, but I hope that it is just as good, if not …
Reblogged from Diatribes from the Roman:
Hey kids, looks like I’m going to snake in one more before the new year after all. I always wind up seeing about a dozen movies right around Christmastime, so let’s get down to business. I’ve been especially excited about The Girl With The Dragon Tattoo (hereinafter, “Tattoo”) ever since I saw the Swedish original earlier this year, and then learned of an American remake on the way. I have (regrettably) not yet read the book this movie is based on, but I hope that it is just as good, if not …
28 Rabu Des 2011
Posted in Uncategorized
Reblogged from Cute Proxy's Anime Rants:
At last, the journey that started in 2008 has finally come to its conclusion... I delayed my viewing of the 2nd Macross Frontier movie so that I could have something to really look forward to on the 24th of December (aside from the food of course). I ended up downloading 3 versions (LOL) but I decided to stick to the one with FLAC audio. Ditched the 1080p version too because my laptop couldn't play it well. ^_^; Since I've already tackled comparisons to the Macross DYRL movie in the Itsuwari no …
Reblogged from Cute Proxy's Anime Rants:
At last, the journey that started in 2008 has finally come to its conclusion... I delayed my viewing of the 2nd Macross Frontier movie so that I could have something to really look forward to on the 24th of December (aside from the food of course). I ended up downloading 3 versions (LOL) but I decided to stick to the one with FLAC audio. Ditched the 1080p version too because my laptop couldn't play it well. ^_^; Since I've already tackled comparisons to the Macross DYRL movie in the Itsuwari no …
27 Selasa Des 2011
Posted in Uncategorized
Dusun Pakem, dinamakan Pakem yang dalam bahasa Jawa yang berarti aturan atau acuan. Sesuai dengan arti namanya, dusun Pakem menjadi acuan atau tolok ukur bagi dusun-dusun lain di desa Bulusari ditinjau dari segi potensi, sosial, kependudukan, budaya, ekonomi, dan lapangan pekerjaan yang memiliki tingkat kemajuan lebih cepat daripada dusun-dusun lain di desa Bulusari.
Keadaan geografis dusun ini adalah sebelah utara berbatasan dengan Jl. Poros Bulusari, sebelah selatan berbatasan dengan jembatan gantung (perbatasan antara dusun Pakem & dusun Jembrung), sebelah barat berbatasan dengan sungai Kambeng (perbatasan dusun Pakem & dusun Belimbing) dan sebelah selatan dibatasi oleh selokan (yang menjadi perbatasan desa Bulusari & desa Karangrejo).
Dusun Pakem terletak di antara 7°34’54,3” – 7°35’9,7”LS dan 112°41’4,8” – 112°41’11,1”. Dusun ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 160 kepala keluarga yang kira-kira 800 penduduk. Dusun ini memiliki potensi yang menarik jika dibandingkan dengan dusun lain di desa Bulusari yaitu sebagian besar penduduknya memiliki keahlian sebagai pengrajin perak. Perak di dusun Pakem sejauh ini diolah sebagai perhiasan. Kerajinan perak di dusun ini sering di ekspor ke mancanegara, khususnya negara Singapura dan Malaysia.
Adanya pengrajin perak di dusun Pakem ini mampu meningkatkan devisa lokal dan nasional melalui masuknya investor-investor asing sekaligus sebagai aset pariwisata, sebab bagi para pendatang yang berkunjung ke dusun Pakem, akan diperkenankan mengikuti cara dan proses pembuatan kerajinan perak dan hasil dari buatan tangan mereka akan dapat dibawa pulang dan dijadikan hadiah sebagai cinderamata dari dusun Pakem.
Saat ini kerajinan perak di dusun Pakem mengalami kemunduran karena hilangnya para investor asing sehingga kekurangan modal untuk membuat kerajinan perak. Hal ini bermula dari peristiwa Bom Bali I yang menyebabkan wisatawan asing menjadi khawatir untuk bertandang ke Indonesia. Kendala lain adalah rendahnya pembeli perak diakibatkan harga perak yang fluktuatif dikarenakan bersaing dengan harga dolar.
Di sisi lain, dimungkinkan terjadi penjiplakan karya yang dilakukan oleh para pendatang setelah mengikuti pelatihan kerajinan perak di dusun Pakem sebab mereka memiliki kemampuan dan teknologi yang lebih baik sehingga dapat menghasilkan karya-karya yang menarik di ranah pasaran dunia. Hal ini mudah dilakukan sebab kerajinan perak dari dusun Pakem belum mendapat perlindungan hukum dan hak paten.
Kini mata pencaharian penduduk yang semula sebagian besar merupakan pengrajin perak, hanya dua dari total warganya yang masih menekuninya. Para remaja yang memiliki kemampuan dalam pembuatan kerajinan perak dipekerjakan di luar pulau, yaitu Pulau Bali dan sebagian yang lain melanjutkan sekolah ke perkuliahan.
Kegiatan ekonomi yang lain di dusun ini adalah usaha kerudung, usaha pembuatan pendingin kapal, usaha pembuatan tandon, petani, dan pengrajin perak sehingga pendapatannya sesuai dengan UMR (Upah Minimum Regional).
Kondisi kependudukan di dusun ini terdiri dari 80% penduduk asli dan 20% pendatang yang masing-masing berasal dari Malang (5%), Madura (5%), Banyuwangi (5%), dan Kalimantan(5%). Dengan adanya pendatang yang menetap di dusun Pakem tidak mempengaruhi tradisi penduduk asli dusun ini yakni ritual ruwatan dusun yang dilakukan satu kali di setiap akhir tahun. Dalam tradisi ruwatan dusun juga ditampilkan kebudayaan Jawa seperti pertunjukan wayang, ludruk dan bari’an. Bari’an diambil dari bahasa Jawa yang berarti berebut makanan, sebab penduduk di dusun Pakem setiap adanya ruwatan dusun selalu membuat banyak makanan untuk diperebutkan. Kegiatan ruwatan dusun ini merupakan cara untuk mempererat persatuan dan kesatuan antar warga di dusun Pakem